Popular Posts
Tuesday, March 15, 2011
Corat - Coret Mampu Merangsang Otak Anak
Dengan merangsang otak kanan anak dengan aktivitas kreatif dapat menyebabkan sel otak melepaskan berbagai senyawa neurokimiawi, termasuk endorfin. Endorfin dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Selain itu, ditambah dengan motivasi, waktu, dan pengaruh lingkungan yang menimbulkan kegairahan, kemampuan anak akan melesat dari corat-coret benang kusut menjadi bentuk-bentuk gambar yang lebih kompleks.
Selain itu, anak akan makin terampil berpikir dengan gambar (visual). Corat-coret juga sangat baik untuk melatih motorik halus anak lewat bentuk-bentuk yang menyerupai huruf menjadi huruf-huruf yang aktual dan kata-kata. Apalagi aktivitas corat-coret dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Selain menyenangkan, juga dapat membuat anak menjadi lebih kreatif, optimis, dan bahagia karena dapat menyalurkan emosi anak. Buku ini sangat praktis, dilengkapi banyak gambar pemancing corat-coret untuk aktivitas doodling.
Buku ini juga bisa digunakan sebagai panduan oleh orang tua, guru, atau siapa saja yang berminat pada pendidikan anak usia dini supaya anak mahir berbahasa visual.
Sunday, March 13, 2011
Panduan Orang Tua Untuk Anak Pengguna Internet
Dengan mengawasi penggunaan internet oleh anak anda, orang-tua dapat meminimalkan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan akses ke internet. Buat beberapa aturan seperti:
Bila anak anda masih sangat muda, misalkan dibawah 7 tahun, luangkan waktu anda untuk bersama dengan mereka ketika mereka mengakses internet. Anak-anak pada usia ini mudah menjadi bingung ketika mereka menemukan atau mengakses website yang mereka tidak pahami atau mungkin tidak sesuai dengan umur mereka.
Ingatkan anak anda untuk tidak pernah memberikan informasi tentang identitas mereka tanpa sepengetahuan anda.– Anak-anak seharusnya jangan pernah memberikan informasi berupa alamat rumah, atau nomor telepon, ataupun informasi seperti kapan mereka berada sendirian di rumah, dan pastikan bahwa anda benar-benar mengenal ataupun mempercayai orang tersebut sebelum memberikan informasi seperti alamat rumah dan nomor telepon. Ingat selalu bahwa, hampir semua website tidak mensyaratkan anda untuk memberikan alamat rumah ataupun nomor telepon kecuali pada beberapa website tertentu.
Pastikan layanan website yang anak anda gunakan. Bila anda tidak tahu bagaimana mengakses website ataupun situs tersebut, mintalah pada anak anda untuk menunjukkan caranya. Cari lebih dalam akan type informasi yang disediakan oleh website tersebut dan apakah anda perlu untuk menutup akses ke website tersebut atau tidak.
Jangan pernah membolehkan anak anda bertemu secara langsung dengan pengguna internet lain tanpa ijin dari anda. Jika anda mengijinkan pertemuan tersebut, dampingilah anak anda pada saat pertemuan.
Ingatkan selalu anak anda untuk jangan pernah memberi respon pada pesan atau email yang bersifat membujuk/mengancam/kasar/tidak senonoh ataupun yang membuat mereka tidak merasa enak. Dorong anak anda untuk selalu memberi tahu anda apabila mereka menemukan pesan ataupun email seperti diatas. Jika anda ataupun anak anda mendapatkan pesan ataupun email yang bersifat mengancam tersebut, forward (kirim beserta header email) salinan dari pesan email tersebut ke internet provider anda dan mintalah bantuan ataupun petunjuk dari mereka.
Ingat bahwa semua yang anda lihat atau baca di internet belum tentu benar. Tawaran yang terasa 'sangat bagus' di Internet kemungkinan besar tidak benar. Berhati-hatilah apabila anda mendapatkan tawaran yang melibatkan pertemuan anda dengan pengirim pesan email tersebut.
Tentukan persyaratan-persyaratan yang baik untuk penggunaan komputer bagi anak anda (lihat Mengakses Internet dengan Aman). Diskusikan persyaratan tersebut dan tempelkan dekat komputer sebagai pengingat. Ingatlah untuk selalu memantau anak anda dalam menjalankan persyaratan tersebut, khususnya pada jumlah waktu yang mereka gunakan di depan komputer. Anak-anak yang menggunakan Internet terlalu sering sampai larut malam bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Walaupun komputer dan internet akan sangat membantu anak anda dalam belajar, ini bukan berarti bahwa komputer dan internet bisa sepenuhnya menggantikan waktu belajar 'tradisional' anak tersebut. Ingat juga bahwa komputer dan akses internet seharusnya tidak digunakan sebagai 'babysitters' elektronik.
Pertimbangkanlah untuk memasang software berupa 'parental control' pada komputer anda. Software seperti ini bisa membatasi apa yang anak anda akan lihat atau katakan pada saat mengakses internet. Beberapa type dari software tersebut bisa membatasi akses pada website tertentu berdasarkan kata yang anda 'sensor', sedangkan ada beberapa type software lain yang bisa menjaga agar jangan sampai anak mengungkapkan atau memberikan informasi pribadi ke internet, beberapa type lain bisa memantau website ataupun situs yang dikunjungi oleh anak anda. 'Parental control' tersebut biasanya telah ada bila anda menggunakan Windows Vista ataupun Macintosh OS X. Software tersebut bisa menjadi sangat berguna khususnya untuk anak-anak yang masih kecil. Tetapi sebelum anda menggunakan software tersebut, anda harus tahu akan keterbatasan software-software tersebut. Software tersebut hanya bisa melindungi komputer dimana software tersebut di-install, sedangkan komputer publik seperti di warnet (warung internet) dan handphone (umumnya handphone yang sekarang dapat dipakai untuk mengakses internet) tidak terlindungi, dan umumnya anak-anak yang lebih tua mengetahui cara untuk mengelabui software tersebut.
Pastikan bahwa menggunakan internet merupakan aktifitas keluarga. Pertimbangkan untuk menempatkan komputer di ruang keluarga daripada menempatkannya di kamar anak anda. Kenalilah 'teman online' mereka seperti anda mengenali teman-teman mereka yang lain.
Software 'Parental Control'
Dari beberapa software 'Parental Control' yang telah kami coba, kami merekomendasikan software 'K9 Web Protection' dengan pertimbangan bahwa software tersebut bisa anda dapatkan secara gratis dan cara penggunaannya juga tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu meregistrasi software tersebut pada website mereka untuk mendapatkan nomor registrasi secara gratis.
Apabila anda mengetahui beberapa software 'Parental Control' yang baik dan gratis, anda dapat menginformasikannya kepada kami melalui Form Kontak. Kami akan mencoba dan mencantumkannya disini apabila software tersebut kami anggap baik untuk digunakan.
Sumber : www.ceritakecil.com
Dahsyatnya Dongeng untuk Daya Imajinasi Anak
Sebenarnya masih banyak orang tua yang masih kurang menyadari bagaimana dahsyatnya dongeng bagi perkembangan otak dan daya imajinasi anak. Dengan dongeng, otak kanan kita akan banyak berkembang. Dengan dongeng daya imajinasi atau sekarang lebih dikenal daya visualisasi anak akan semakin matang. Daya visualisasi sangatlah penting bagi kesuksesan seseorang. Saat kita masih kecil kita masih belum bisa merasakan manfaatnya. Kini di saat kita telah dewasa, maka daya visualisasi merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan kita dalam meraih apa yang kita inginkan. Bukankah ketika kita akan melakukan sebuah rencana bisnis atau sebuah permulaan pekerjaan, kita sering kali terdiam sejenak untuk melakukan rencana bayangan atau lebih tepatnya kita melakukan visualisasi terlebih dahulu atas apa yang akan kita lakukan. Dengan melakukan visualisasi terlebih dahulu, maka kita bisa lebih detil merencanakan sebuah rencana bisnis atau rencana pekerjaan kita. Semakin bagus perencanaan kita , maka kesuksesan akan semakin mudah pula kita raih. Ingatlah pepatah ini "Gagal merencanakan, sama dengan merencakan sebuah kegagalan"
Kini saatnya kita galakkan lagi budaya mendongeng untuk dahsyat daya visualisasi bagi anak kita, sehingga ketika dewasa mereka akan sangat mudah meraih banyak kesuksesan.
Monday, March 7, 2011
Tips Mengatasi Anak Malas Belajar
Anak tidak mau belajar atau malas untuk membaca buku pelajaran, sering jadi keluhan orang tua. Anak lebih suka melihat tayangan televisi, seperti sinetron, film atau bermain dengan teman-teman sebayanya.
Jika anak tidak mau belajar, mereka menganggap bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang kurang menyenangkan dibandingkan dengan bermain atau nonton. Untuk mengatasi anak yang malas belajar adalah dengan membuat anak menganggap belajar adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan atau membuat mereka sadar bahwa belajar adalah suatu kebutuhan.
Selengkapnya, berikut ini adalah tips untuk mengatasi anak malas belajar :
- Tanamkan kesadaran kepada anak bahwa belajar adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang hasilnya akan diraih dimasa mendatang.
- Berikan contoh kepada sang anak. Orang tua dapat turut membaca buku-buku yang bermanfaat saat anak sedang belajar.
- Orang tua sebaiknya juga menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga.
- Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Buat ruang belajar yang menarik, rapi dan tidak membuat anak malas di dalam ruang belajar.
- Berikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan cara yang baik, adakan pendekatan sambil menyelami hati anak dengan menjadikan anak sebagai sahabat. Jangan menyuruh anak belajar dengan memaksakan anak, apalagi dengan cara yang kasar.
- Berikan insentif kepada anak, baik berupa hadiah kesukaan mereka atau sekedar pujian jika nilai anak bagus. Hal ini akan membantu memotivasi anak.
- Sebaiknya orang tua lebih terbuka dengan anak dengan menanyakan permasalahan yang dia hadapi, kenapa malas belajar, apa yang dapat membuat ia semangat untuk belajar dan sebagainya. Bantu anak untuk mengatasi permasalahan tersebut.
- Pilih waktu yang paling tepat untuk anak belajar. Hendaknya orang tua juga turut membantu anak dengan tidak menonton televisi, atau tidak mendengarkan musik keras-keras.
- Jadikan waktu belajar ini menjadi kebiasaan rutin sehari-hari, dan sebaiknya orang tua juga menemani dan membantu jika anak mengalami kesulitan saat belajar.
- Selain waktu belajar yang rutin, sediakan juga waktu yang cukup untuk bermain, menonton dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Bagi yang mempunya tips lain, silahkan sharing di sini. Semoga dapat membantu keluarga lain.
Tips: Mengatasi anak malas belajar
sumber : www.tipskeluarga.com
Wednesday, March 2, 2011
Bagaimana Mengatasi Masalah Ngompol Pada Anak
Ngompol atau sering juga disebut dengan nokturnal enuresis ialah pengeluaran urine yang tidak disadari pada saat tidur. Terkadang definisi ngompol juga digunakan untuk menyebut anak anak yang gagal mengontrol pengeluaran urine saat mereka terjaga.
Apa saja jenis ngompol ?
Menurut terjadinya, ngompol dapat dibagi dua yaitu :Enuresis/Ngompol Primer – ngompol yang terjadi sejak bayi danEnuresis/Ngompol Sekunder – ngompol yang kembali terjadi setelah sang anak tidak pernah ngompol lagi minimal 6 bulan.
Apakah ngompol primer itu?
Ngompol primer terjadi diduga akibat dari keterlambatan proses pematangan sistem saraf pada anak anak. Pada usia 5 tahun, kurang lebih 20% dari anak anak akan ngompol sekali dalam sebulan. Dari jumlah itu, 5% dari anak laki laki dan 1% dari anak perempuan akan ngompol pada malam hari. Memasuki usia 6 tahun, prosentase anak yang ngompol akan berkurang menjadi 10% dan sebagian besar adalah anak laki laki. Prosentase anak yang ngompol setiap tahun akan terus berkurang menjadi setengahnya setelah sang anak melewati usia 5 tahun. Ada pula ahli yang menghubungkan riwayat keluarga dengan ngompol primer ini. Jika salah satu dari orang tuanya mempunyai kebiasaan ngompol maka kemungkinan 45% anaknya akan mempunyai kebiasaan yang sama.
Apa yang menjadi masalah utama dari ngompol primer?
Masalah utama yang dihadapi oleh anak anak pengompol primer adalah ketidakmampuan otak untuk menangkap sinyal yang dikirimkan oleh kandung kencing yang sudah penuh saat sang anak terlelap. Kenyataannya, kapasitas kandung kencing pada anak pengompol lebih kecil daripada anak anak yang normal.
Apakah ngompol primer ada hubungannya dengan masalah emosional?
Beberapa orang tua mempercayai bahwa kebiasaan ngompol primer yang terjadi pada anak anak mereka disebabkan oleh karena faktor emosional. Namun tidak ada penelitian di bidang kedokteran yang mampu membuktikan pernyataan ini.
Bagaimana mengatasi ngompol primer?
Cara mengatasi ngompol primer sangat berhubungan dengan waktu. Kesabaran dan peran serta orang tua sangat diharapkan. Namun tidak sedikit dari mereka yang frustasi dengan lamanya sang anak mengalami ngompol primer dan mencoba melakukan berbagai cara untuk mengatasinya termasuk dengan memberikan penghargaan atau hadiah bila sang anak tidak ngompol. Ternyata tindakan ini cukup berhasil dalam mengatasi ngompol primer. Tujuh puluh lima persen dari anak pengompol primer mengalami kemajuan yang berarti dengan cara ini. Orang tua yang selalu memotivasi anaknya untuk mengontrol kebiasaan ngompol sangat berpengaruh terhadap kemampuan sang anak dalam mengendalikan pengeluaran urine.
Seberapa sering kejadian ngompol sekunder?
Hanya sekitar 2%-3% dari anak pengompol yang kebiasaan ngompolnya disebabkan oleh karena faktor penyakit. Faktor inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya ngompol sekunder.
Penyakit apa saja yang menyebabkan ngompol sekunder?
Infeksi saluran kemih, gangguan metabolisme (kencing manis usia dini), tekanan berlebihan pada kandung kencing, dan gangguan saraf tulang belakang. Tekanan yang berlebihan pada kandung kencing terutama disebabkan oleh karena gangguan pengeluaran kotoran sehingga akumulasi kotoran pada usus besar akan menekan kandung kencing.
Bagaimana mendiagnosa penyebab ngompol?
Umumnya, wawancara lengkap tentang riwayat keluhan yang dialami pasien dan pemeriksaan fisik sudah bisa memberikan gambaran tentang penyebab terjadinya ngompol sekunder. Akan lebih lengkap lagi bila ditambahkan dengan pemeriksaan urine dan biakan kuman urine. Pada ngompol sekunder kadang diperlukan pemeriksaan radiologi dan laboratorium yang lebih lengkap.
Bagaimana mengobati ngompol sekunder?
Pengobatan ngompol sekunder sangat tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Dengan diobatinya penyakit yang mendasari maka diharapkan gangguan ngompol tidak akan terjadi lagi. Keberhasilan dari pengobatan ini tergantung dari keberhasilan dalam menemukan dan mengobati penyakit yang mendasari tersebut.
sumber : www.blogdokter.net
Tuesday, March 1, 2011
Merangsang Potensi Otak anak
Merangsang Potensi Otak anakmengapa bisa terjadi seperti itu? Salah satunya adalah karena cara belajar yang salah pada sang anak. Menurut Bobby Hartanto, M.Psi, pakar bidang sumber daya manusia, masih banyak guru dan orangtua yang belum memahami gaya belajar anak.
"Ada orang-orang yang lebih mudah mengingat bila materi pelajaran diberikan lewat gambar, ada juga yang lebih suka mendengarkan, dan ada yang lewat gerakan. Beda gaya belajarnya, beda pula stimulasinya," katanya dalam acara seminar mengenai tumbuh kembang anak yang diadakan oleh Frisian Flag di Jakarta (22/7).
Untuk anak-anak yang memiliki gaya belajar auditori, anak sudah cukup menangkap pelajaran dengan mendengarkan penjelasan guru. Namun anak tipe visual memerlukan gambar-gambar peraga. Sebaliknya dengan anak tipe kinestetik yang membutuhkan gerakan atau rabaan.
"Sebenarnya akan lebih baik kalau semua aspek tersebut dipakai. Karena makin varitif caranya, makin mudah anak mengingat materi yang disampaikan," paparnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan orangtua dan pendidik adalah memahami bagaimana cara kerja otak. "Otak manusia menyukai warna dan gambar. Karena itulah sebuah gambar akan bermakna lebih dari 1000 kata," urainya.
Untuk menyampaikan pesan atau nilai tertentu, Bobby menyarankan agar diberikan dalam bentuk poster bergambar dan berwarna. Misalnya untuk menyampaikan tentang budaya antri, kejujuran, dan lain sebagainya.
Penelitian menunjukkan, seseorang yang stimulasinya bagus, otaknya lebih rapat dibanding orang yang jarang distimulasi. "Kerapatan ini berkaitan dengan pertambahan koneksi antar sel otak," ucap Bobby.
Pembentukan kebiasaan baru akan membentuk koneksi baru, sedangkan pengulangan akan memperkuat koneksi sel lama. "Berikan anak berbagai stimulasi dan lakukan pengulangan sesering mungkin agar terus terbentuk sambungan antar sel-sel otak," katanya.
Tentu saja yang tidak kalah penting ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menimbulkan stres pada anak. Lakukan kegiatan belajar di luar kelas, diskusi kelompok, permainan menarik, dan berbagai cara lain yang mampu menggali ketertarikan anak.
sumber : http://id.news.yahoo.com