Popular Posts

Monday, February 28, 2011

Pola Asuh Tepat Maksimalkan Potensi Otak Anak

Setiap ibu tentu ingin memiliki hubungan emosional yang dekat dengan buah hatinya. Salah satu cara untuk meningkatkan bonding adalah mempraktikkan gaya asuh yang sesuai dengan karakter anak.

"Dalam mengasuh anak-anaknya, terkadang ibu memberi stimulasi dan pendekatan yang belum tentu sesuai dengan kondisi anak. Para ibu juga banyak yang belum tahu gaya asuh mereka sendiri," kata Efnie Indrianie, M.Psi, psikologi anak dalam acara peluncuran Analisa Sidik Jari Cerdas Frisian Flag di Jakarta beberapa waktu lalu.

Irene F Mongkar, seorang pemerhati anak, mengatakan, karena ketidaktahuan para orangtua akan karakter anak, sering timbul kesalahpahaman dalam berkomunikasi yang bisa memicu rasa marah orangtua. "Banyak orangtua yang merasa kesulitan dalam proses adjustment dengan anaknya karena mereka tidak tahu tipe kepribadian masing-masing," katanya.

Analisa sidik jari (fingerprint test) menurut Efnie menjadi alternatif untuk mengetahui potensi dan karakter seseorang. "Analisis sidik jari bisa dipakai untuk mengetahui peta kerja otak yang berkaitan dengan potensi, karakter serta gaya belajar," kata psikolog dari lembaga PsychoBiometric Research ini.

Ia menambahkan bahwa metode analisa tersebut tidak diposisikan sebagai alat ukur yang bersifat mutlak. "Ini bukanlah alat tes psikologi seperti tes IQ," imbuhnya.

Sampai saat ini metode analisis sidik jari terus berkembang sehingga tidak ada metode yang bersifat baku dan final. Itu sebabnya Frisian Flag tahun ini kembali mengadakan analisa sidik jari kepada konsumennya dengan menambahkan beberapa penilaian.

"Tahun lalu hanya aspek gaya belajar dan soft skill-nya saja yang dilihat, tapi sekarang kami mencoba melihat potensi bakat dan tipe eksplorasi anak. Selain itu gaya asuh ibu juga bisa dilihat melalui analisa sidik jari ini. Jadi bukan cuma si anak yang dites, ibunya juga," kata Efnie.

Novita Angie, presenter yang juga ibu dua anak ini mengaku mendapatkan manfaat dari analisa sidik jari yang sudah dilakukannya, terutama ketika menghadapi anak-anaknya.

"Hasil tes anak sulung saya, Jeremy menunjukkan kalau ia termasuk anak yang termasuk tipe visual. Sehingga kalau ingin menyampaikan sesuatu padanya saya harus sambil menatap matanya. Kalau saya hanya mengomel atau bicara sambil teriak percuma karena tidak ada omongan saya yang masuk ke kupingnya," kata Angie.

Menjadi orangtua di era digital rasanya lebih mudah dibandingkan masa lalu. Setiap kali kebingungan menghadapi perilaku anak atau remaja, Anda bisa mencari solusi melalui mesin pencari di internet. Seringkali, beberapa pola asuh sudah diterapkan sejak lama oleh para orangtua kita. Anda hanya perlu berkomunikasi dengan orangtua, mencari tahu bagaimana dulu mereka mengasuh Anda sebagai anaknya.

Kim Grundy, penulis portal SheKnows khusus pola asuh dan hiburan menemukan cara ibu mengasuh anak yang diterapkan sejak lama, dan masih relevan hingga kini. Pengalaman yang didapati Grundy dari ibunya:

1. Menciptakan tradisi keluarga
Saat kecil, pernahkah Anda dibuatkan perayaan ulang tahun oleh orangtua? dengan menggelar sebuah pesta atau acara sederhana. Cara ini adalah bentuk penghargaan orangtua terhadap anak-anak. Anak akan merasa dianggap spesial oleh orangtuanya, tatkala dilibatkan atau dibuatkan dalam sebuah acara untuk dirinya. Merayakan ulang tahun anak bisa menjadi salah satu cara menciptakan tradisi di rumah. Anda tak perlu membuat pesta besar-besaran dengan menghadirkan berbagai jenis hiburan. Cukup dengan membangun kebersamaan, tradisi keluarga sederhana yang dirayakan hanya oleh orangtua dan anak. Denga begitu, anak akan selalu merasa dihargai dan menanti momen kebersamaan atau tradisi dalam keluarganya.

2. Menjadi koki cerdik di rumah
Tak semua anak menyukai sayur atau buah, padahal makanan sehat ini dibutuhkan tubuhnya. Anda mungkin juga kesulitan memberikan makan sayur atau buah kepada si kecil di rumah. Dibutuhkan kreativitas ibu untuk mendapatkan solusi masalah ini, salah satunya cerdik menjadi koki di rumah.

"Ibu saya mencampurkan bumbu alami atau makanan sehat dalam setiap hidangan. Ibu berhasil menjadi koki cerdik di rumah," aku Grindy.

3. Memastikan anak terlindungi
Kesehatan dan penampilan menjadi perhatian khusus ibu kepada anaknya, bahkan untuk urusan sepele sekalipun. Mulai membangun kebiasaan minum susu dan vitamin, yang tentu saja bisa melindungi anak dari berbagai serangan penyakit. Hingga anjuran untuk tidak menyipitkan mata, karena terlalu sering menyipitkan mata di masa muda akan membuat kerutan bertambah saat usia bertambah.

Ibu juga paling rewel soal penampilan. Pernahkah dahulu, orangtua Anda mengeluhkan cara berpakaian Anda? Atau Anda saat ini sering mengeluh kepada anak remaja Anda tentang cara berpakaiannya? ini adalah bentuk perhatian ibu, yang ingin mengajarkan anak cara berbusana yang baik dan tepat sesuai acara. Saat dewasa nanti, kebiasaan yang dibangun sejak kecil ini memberikan manfaat bagi anak.

4. Membiasakan diri bersikap positif
Anak-anak belajar dari pengalaman hidupnya sejak kecil, termasuk perilaku orangtuanya. Jika orangtua memberikan contoh perilaku positif, anak pun akan mengadopsinya.

Dari pengalamannya, Grundy mendapati ibunya seringkali menebar senyum, berpikir baik agar hasilnya atau yang terjadi dalam hidupnya juga baik, dan selalu mengalahkan ketakutan. Perilaku orangtua yang positif akan direkam oleh anak dan menjadi contoh. Kebiasaan bersikap mental positif nyatanya dimulai dari orangtua, anak hanya akan mengekor saja.

5. Tegas untuk melindungi
Ketegasan orangtua diperlukan anak untuk melindungi dan membangun karakter anak secara lebih positif. Grundy merasakan manfaat dari pola asuh orangtuanya yang tegas dan tearah. Grundy tumbuh tanpa terbiasa menonton televisi atau fasilitas lain yang bersifat hiburan. Lantas apa yang dirasakan manfaatnya oleh Grundy saat ini? kebiasaan dan konsep pola asuh yang diterapkan orangtuanya mengajarkan banyak hal. Diantaranya, mendorong anak untuk kreatif dan berpikir selangkah lebih maju. Pembatasan yang dialaminya bukan tanpa maksud. Namun justru memberikan pembelajaran yang terasa manfaatnya di kemudian hari.

Anda punya pengalaman lain seputar pola asuh ibu sewaktu Anda kecil? pengasuhan yang dahulu tak disukai namun kini berbuah manis, karena Anda merasakan sendiri manfaatnya. (fn/k2m) www.suaramedia.com

No comments:

Post a Comment